Foto. Personel Polsek Sepang bersama tim gabungan lintas instansi melakukan operasi pencarian intensif terhadap korban bernama Johan Sandi Novaly (26), yang dilaporkan hilang diduga tenggelam di DAS Kahayan, Desa Sepang Kota, sejak Jumat (2/1/2026). (Ikonik Kalteng/Ist)
Sepang Simin,Ikonik Kalteng
Kepolisian Sektor (Polsek) Sepang, Polres Gunung Mas (Gumas), menunjukkan dedikasi dan respon cepat dalam menangani musibah yang menimpa warga. Personel Polsek Sepang bersama tim gabungan lintas instansi melakukan operasi pencarian intensif terhadap korban bernama Johan Sandi Novaly (26), yang dilaporkan hilang diduga tenggelam di DAS Kahayan, Desa Sepang Kota, sejak Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan informasi yang didapat, kronologis peristiwa bermula pada Jumat siang pukul 11.30 WIB. Korban bersama dua rekannya sedang mandi di tepian sungai yang dangkal. Namun, korban yang diketahui tidak mahir berenang tersebut berjalan menuju tengah sungai dan seketika terseret arus. Rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan menggunakan perahu bermesin (Alkon), bahkan sempat meraih jari korban, namun pegangan tersebut terlepas karena kondisi yang licin hingga korban akhirnya tenggelam.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Sepang langsung bergerak melakukan langkah awal dengan penyisiran sungai dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Pada Sabtu (03/01/2026) pagi pukul 07.00 WIB, sinergi diperkuat dengan pembentukan Posko Pencarian Terpadu di Desa Sepang Kota yang melibatkan personel Polri, TNI, Basarnas, BPBD, PMI, serta puluhan relawan masyarakat.
Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, melalui Kapolsek Sepang, Ipda Abner, saat memimpin apel pagi gabungan menekankan bahwa operasi ini adalah bentuk komitmen pelayanan kemanusiaan Polri bagi masyarakat.
“TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat untuk mengupayakan pencarian maksimal bagi saudara Johan. Fokus kami adalah menyisir aliran sungai menggunakan perahu warga dan rubber boat Basarnas. Kami berkomitmen untuk mendampingi keluarga korban dan memastikan pencarian dilakukan secara profesional hingga tuntas,”jelas Abner,Sabtu (3/1/2025) siang.
Selain melakukan pencarian fisik, Kapolsek juga menginstruksikan kepada seluruh tim untuk senantiasa memperhatikan faktor keselamatan mengingat karakteristik sungai yang bisa berubah sewaktu-waktu.
“Kami juga telah memerintahkan unit Intelkam untuk mendalami keterangan saksi-saksi guna memastikan kronologi kejadian. Mari kita berdoa bersama agar upaya sinergitas ini membuahkan hasil dan korban segera ditemukan,”ucapnya.
Tim gabungan yang terdiri dari 36 personel gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang DAS Kahayan. Situasi di lokasi pencarian terpantau aman dan kondusif, di mana Polri terus berada di lini terdepan untuk memberikan rasa tenang bagi keluarga korban dan warga sekitar. (NN)

